<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>A Yanurmal Private Website &#187; ismail</title>
	<atom:link href="http://14n.org/tag/ismail/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://14n.org</link>
	<description>Menuliskan apa saja yang mampir dikepala</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Nov 2011 02:52:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Tuhan Sembilan Senti (Taufik Ismail)</title>
		<link>http://14n.org/tuhan-sembilan-senti-taufik-ismail/</link>
		<comments>http://14n.org/tuhan-sembilan-senti-taufik-ismail/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Mar 2008 14:25:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yanurmal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Misc]]></category>
		<category><![CDATA[ismail]]></category>
		<category><![CDATA[rokok]]></category>
		<category><![CDATA[sembilan]]></category>
		<category><![CDATA[senti]]></category>
		<category><![CDATA[taufik]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://14n.org/tuhan-sembilan-senti-taufik-ismail/</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan Sembilan Senti   Oleh: Taufiq Ismail   Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok.   Di sawah petani merokok, di pabrik pekerja merokok,...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tuhan Sembilan Senti<br />
</strong> <br />
Oleh: Taufiq Ismail<br />
 <br />
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok.<br />
 <br />
Di sawah petani merokok,<br />
di pabrik pekerja merokok,<br />
di kantor pegawai merokok,<br />
di kabinet menteri merokok,<br />
di reses parlemen anggota DPR merokok,<br />
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,<br />
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,<br />
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,<br />
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,<br />
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,<br />
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok.<br />
 <br />
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na&#8217;im sangat ramah bagi perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.<br />
 <br />
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,<br />
di ruang kepala sekolah&#8230;ada guru merokok,<br />
di kampus mahasiswa merokok,<br />
di ruang kuliah dosen merokok,<br />
di rapat POMG orang tua murid merokok,<br />
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok.<br />
 <br />
Di angkot Kijang penumpang merokok,<br />
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,<br />
di loket penjualan karcis orang merokok,<br />
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,<br />
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,<br />
di andong Yogya kusirnya merokok,<br />
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok.<br />
 <br />
Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok, tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok.<br />
 <br />
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita.<br />
 <br />
Di pasar orang merokok,<br />
di warung Tegal pengunjung merokok,<br />
di restoran, di toko buku orang merokok,<br />
di kafe di diskotik para pengunjung merokok.<br />
 <br />
Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan asap rokok,<br />
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur<br />
ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok.<br />
 <br />
Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya. Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stop-an bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS.<br />
 <br />
Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia, dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena.<br />
 <br />
Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,<br />
di apotik yang antri obat merokok,<br />
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,<br />
di ruang tunggu dokter pasien merokok,<br />
dan ada juga dokter-dokter merokok.<br />
 <br />
Istirahat main tenis orang merokok,<br />
di pinggir lapangan voli orang merokok,<br />
menyandang raket badminton orang merokok,<br />
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,<br />
panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemisngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok.<br />
 <br />
Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil &#8216;ek-&#8217;ek orang goblok merokok,<br />
di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok,<br />
di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok.<br />
 <br />
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na&#8217;im sangat ramah bagi orang perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.<br />
 <br />
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita.<br />
 <br />
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.</p>
<p>Mereka ulama ahli hisap.<br />
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.<br />
Bukan ahli hisab ilmu falak,<br />
tapi ahli hisap rokok.<br />
 <br />
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya, kemana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya.<br />
 <br />
Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.<br />
Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?<br />
 <br />
Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.<br />
Mamnu&#8217;ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.<br />
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.<br />
Haadzihi al ghurfati malii&#8217;atun bi mukayyafi al hawwa&#8217;i.<br />
Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.<br />
 <br />
Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz.<br />
25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.<br />
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan.<br />
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?<br />
 <br />
Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu &#8216;alayhimul khabaaith.<br />
Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.<br />
 <br />
Jadi ini PR untuk para ulama.<br />
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan.<br />
 <br />
Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.<br />
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka.</p>
<p>Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir.<br />
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk.<br />
 <br />
Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas.<br />
 <br />
Lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba.<br />
 <br />
Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,<br />
jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya.<br />
 <br />
Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku&#8217; dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini.<br />
 <br />
Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://14n.org/tuhan-sembilan-senti-taufik-ismail/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Served from: www.14n.org @ 2012-02-08 07:19:42 -->
