INILAH.COM, London – Mantan Perdana Menteri (PM) Inggris mulanya enggan berbicara masalah agama. Namun setelah turun jabatan, ia menyatakan baru menganut Katolik. Kini, ia membaca Al Quran setiap hari.
Mulanya, Blair serta mantan Direktur Komunikasi dan Strategi pribadinya, Alastair Campbell, dikenal dengan ucapan khas mereka. “We don’t do God.” Sejak turun sebagai PM pada 2007, Blair perlahan berubah. Read more
Ketika tokoh Muslim Moro, Nur Misuari menyatakan wilayah Mindanao harus memisahkan diri dari Filipina dan menjadi negara Islam, Estanislao Soria menjadi orang yang paling menentang keinginan Misuari. Sebagai seorang tokoh agama Katolik yang lahir di Mindanao, ia menolak keras jika tanah kelahirannya diambil alih oleh orang-orang Muslim.
“Saya sangat tidak setuju dengan Misuari dan saya memelopori kampanye menentang gerakan Moro,” kata Soria yang populer di panggil “Father Stan”. Ketika itu, selain dikenal sebagai pendeta Katolik, Soria juga dikenal sebagai seorang sosiolog.
Sebagai seorang cendikiawan, ia tidak mau sembarangan menyatakan ketidaksetujuannya terhadap keinginan Misuari. Soria pun melakukan riset sejarah dan sosial serta membaca artikel-artikel tentang Islam, untuk memperkuat argumennya menolak tuntutan gerakan Moro yang ingin menjadikan Mindanao sebagai tanah air bagi Muslim Filipina. Tapi siapa nyana, artikel-artikel tentang Islam yang ia baca, justru membawanya menjadi seorang Muslim.
“Sebagai orang yang memahami bahasa Latin, Yunani dan Yahudi, saya pikir saya bisa mempelajari bahasa Arab dengan mudah. Saya juga ingin menerjemahkan tulisan-tulisan berbahasa Arab ke bahasa Inggris dan menerjemahkan ideologi-ideologi Barat, misalnya ideologi eksistensialisme, ke dalam bahasa Arab. Tapi saya menyadari, ini adalah pekerjaan yang sulit,” kata Soria seperti dikutip dari Islamonline.
Ketika itu Soria meyakini, dengan banyak menerjemahkan artikel-artikel tentang ideologi Barat ke dalam bahasa Arab, akan membuat Muslim di Mindanao menghargai ajaran Kristen daripada ajaran Islam. “Saya ingin membuka wawasan berpikir mereka tentang kekristenan karena saya banyak mendengar hal-hal negatif tentang Muslim. Saya berpikir, mereka (Muslim) harus dididik,” ungkap Soria.
Tapi semakin ia mendalami bacaan-bacaanya tentang kekristenan, ia makin menyadari bahwa tokoh-tokoh gereja seperti Saint Thomas Aquinas ternyata banyak belajar dari buku-buku bacaan dan ajaran Islam. Begitu juga ideologi-ideologi dan ilmu teologi yang disebut-sebut sebagai berasal dari Barat, ternyata sudah sejak lama dibahas dalam Islam.
“Dari bacaan-bacaan itu saya mendapat pencerahan bahwa pemikiran-pemikiran tentang peradaban Barat banyak yang mengambil dari ajaran-ajaran Islam. Dan setelah saya membaca lebih banyak lagi buku-buku yang ditulis pakar agama Islam, pandangan saya terhadap Islam seketika berubah,” papar Soria.
“Saya bahkan menyadari bahwa Injil Barnabas lebih kredibel dibandingkan dengan keempat injil yang dibawa oleh ajaran evangelis termasuk injil Kristen. Dari hasil riset sosiologi yang saya lakukan, saya juga banyak menemukan bahwa hal-hal negatif yang sering saya dengar tentang Muslim Filipina ternyata tidak benar,” tambah Soria.
Akhirnya, pada tahun 2001, Soria yang telah mengabdikan dirinya selama bertahun-tahun sebagai pendeta di berbagai kota di Manila, menyatakan diri masuk Islam. Setelah mengucap syahadat, ia mengganti namanya menjadi Muhammad Soria. Meski demikian, masih banyak orang, termasuk teman-temannya yang Muslim memanggilnya “Father Stan.”
Soria yang kini berusia 67 tahun mengatakan, ia mendapat hinaan dan kecaman dari kerabat dan rekan-rekan gerejanya ketika memutuskan menjadi seorang Muslim. Namun hinaan dan kecaman itu tidak membuatnya berat menanggalkan aktvitas kependetaan yang sudah dijalaninya selama 14 tahun dan membuatnya mantap untuk memeluk Islam.
Seiring perjalanan waktu, Soria mulai terbiasa menjalani kewajiban-kewajibannya sebagai seorang Muslim. Bagi Soria, Islam bukan sekedar agama tapi sudah menjadi jalan hidupnya. Selama tujuh tahun menjadi seorang Muslim, Soria sudah lima kali menunaikan ibadah haji, menjadi anggota Gerakan Dakwah Islam di Filipina dan tahun 2004 menikah dengan seorang perempuan berusia 24 tahun, setelah sebelumnya menjalani hidup membujang sebagai pendeta Katolik.
“Dalam Islam, kita diajarkan, jika bisa mendisplinkan diri kita, Sang Pencipta akan mengabulkan harapan-harapan kita,” tandas Soria.
Menurut Soria, jika ada satu hal yang harus dicontoh umat Islam dari orang-orang Kristen adalah, gerakan mereka yang terorganisir dan terstruktur dengan sangat rapi. “Dengan memiliki struktur yang kuat seperti yang dimiliki kalangan Kristiani, akan mempermudah penyebaran Islam,” kata Soria.
Salah satu cara untuk memperkuat struktur umat Islam, tambah Soria, Muslim harus membangun universitas-universitas di seluruh dunia seperti yang dilakukan kelompok misionaris Kristen di berbagai belahan dunia. (ln/iol)
Source: eramuslim.com
Artis: Jefri Al Buchori
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kutatap wajahmu
Kan pasti mengalir air mataku
Karna pancaran ketenanganmu
Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kukecup tanganmu
Moga mengalir keberkatan dalam diriku
Untuk mengikut jejak langkahmu
Ya Rasulullah Ya Habiballah
Tak pernah kutatap wajahmu
Ya Rasulullah Ya Habiballah
Kami rindu padamu
Allahumma Solli ‘Ala Muhammad
Ya Rabbi Solli ‘Alaihi Wasallim
Allahumma Solli ‘Ala Muhammad
Ya Rabbi Solli ‘Alaihi Wasallim
Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kudakap dirimu
Tiada kata yang dapat aku ucapkan
Hanya tuhan saja yang tahu
Ya Rasulullah Ya Habiballah
Tak pernah kutatap wajahmu
Ya Rasulullah Ya Habiballah
Kami rindu padamu
Kutahu cintamu kepada umat
Ummati-ummati
Kutahu kau bimbangnya tentang kami
Syafaatkan kami
Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kutatap wajahmu
Kan pasti mengalir air mataku
Karna pancaran ketenanganmu
Ya Rasulullah Ya Habiballah
Terimalah kami sebagai umatmu
Ya Rasulullah Ya Habiballah
Kurniakanlah syafaatmu
Ya Rasulullah Ya Habiballah
Terimalah kami sebagai umatmu
Ya Rasulullah Ya Habiballah
Ya hai Rasulullah
Allahumma Solli ‘Ala Muhammad
Ya Rabbi Solli ‘Alaihi Wasallim
Allahumma Solli ‘Ala Muhammad
Ya Rabbi Solli ‘Alaihi Wasallim
Allahumma Solli ‘Ala Muhammad
Ya Rabbi Solli ‘Alaihi Wasallim
Allahumma Solli ‘Ala Muhammad
Ya Rabbi Solli ‘Alaihi Wasallim
Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata:
“Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya.”
Namun setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang Rasulullah SAW wafat. Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.
Suatu hari Abu Bakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha (salah satu istri Rasulullah SAW). Beliau bertanya kepada anaknya,
“Anakku adakah sunnah kekasihku (Muhammad) yang belum aku kerjakan?”.
Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya,
“Wahai Ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja”.
“Apakah itu?”, tanya Abu Bakar r.a.
“Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke hujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana”, kata Aisyah r.ha.
Keesokan harinya Abu Bakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abu Bakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepadanya.
Sebagaimana kita ketahui bersama Abu Bakar r.a adalah sebagai Amirul Mu’minin (Khalifah/Raja/Presiden seluruh ummat Islam pada waktu itu.
Ketika Abu Bakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak,
“Siapakah kamu?”.
Abu Bakar r.a menjawab,
“Aku orang yang biasa”.
“Bukan!, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”, jawab si pengemis buta itu,
“Ketika ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku dengan lembut”, pengemis itu melanjutkan perkataannya.
Abu Bakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu,
“Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.”
Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu Bakar r.a. ia pun ikut menangis, kemudian berkata,
“Benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia…”
Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya mengucapkan “Asyhadu An-Laa Ilâha Illallâh Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullâh..” dihadapan Abu Bakar r.a.
Kejadian pemboman JW Marriot dan Ritz Carlton dan pemboman-pemboman sebelumnya menyisakan tuduhan bahwa Islam menganjurkan kekerasan dan terorisme. Benarkah demikian? Mereka mengutip ayat-ayat Al-Quran tentang jihad, tanpa disertai tafsir yang sebenarnya untuk menguatkan persepsi bahwa Islam agama pedang dan darah. Komentar-komentar di media elektronik seperti detik.com dan kompas.com penuh berisi hujatan-hujatan, baik kepada Islam, Al-Quran maupun Nabi Muhammad SAW.
Perintah perang dan membunuh orang kafir dalam Al-Quran adalah untuk kafir harbi, yaitu orang kafir yang memusuhi dan memerangi umat Islam, serta berada dalam kondisi perang. Sebaliknya Islam memerintahkan melindungi kafir dzimmi, yaitu orang kafir yang tidak memusuhi dan hidup damai berdampingan dengan umat Islam. Barangsiapa menyakiti kafir dzimmi, maka aku (Rasulullah) akan menjadi lawannya di hari kiamat (HR Muslim).
Sejarah membuktikan India pernah 200 tahun dikuasai oleh kerajaan Islam, disebabkan pada waktu itu masyarakat hindu lebih tenang dan aman dipimpin oleh Islam. Demikian juga di Palestina, kebebasan hidup dan beribadah baik agama Yahudi maupun Nasrani demikian dijunjung tinggi selama dipimpin oleh Islam. Sebaliknya, terjadi pembantaian ratusan ribu kaum muslimin ketika Palestina direbut oleh pasukan Nasrani. Dan Sultan Salahuddin Al-Ayubi tidak melakukan pembalasan ketika berhasil merebut kembali Palestina. Dan kini Palestina tidak kunjung aman ketika dikuasai oleh Yahudi.
Dalam perang melawan kafir harbi pun, Islam sangat menghargai etika dan kemanusiaan. Dalam tradisinya, panglima perang atau Amirul Mukminin sebelum memberangkatkan pasukannya akan selalu mengingatkan untuk tidak menyiksa, memutilasi, dilarang membunuh anak-anak, wanita dan orangtua, serta dilarang membunuh orang yang berada dalam rumah ibadah. Demikian juga pasukan kaum muslimin dilarang membunuh hewan ternak, dan menebangi pepohonan. Lihat Surat Al-Baqarah 190 dan HR Muslim.
Islam sangat menghargai kehidupan. Allah swt. berfirman:
“Barang siapa membunuh seorang manusia bukan karena orang itu membunuh orang lain (bukan karena qishash), atau bukan karena membuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan ia membunuh manusia seluruhnya; dan barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan ia telah memelihara kehidupan manusia seluruhnya.” Al-Maidah: 32.
Betapa indahnya firman Allah tersebut. Masihkah kita menuduh Islam agama kekerasan?
Sebagai salah satu partisipasi saya untuk mendukung dan mempromosikan bantuan untuk Gaza Palestina, tulisan “Menangis…” telah saya tampilkan dihalaman depan blog ini selama 30 hari (sejak tanggal 27 Desember 2008).
Mudah-mudahan kondisi perang yang sudah mereda bisa membuat masyarakat penduduk gaza bisa kembali menajalani aktivitas hariannya dengan baik. Mudah-mudahan Allah SWT memudahkan masuknya bantuan ke warga gaza dan tetap menguatkan semangat pejuang-pejuang palestina untuk mendapatkan hak rakyatnya berupa negara Palestina dengan kedaulatan penuh seperti yang disampaikan juru bicara hamas malam ini di tvone.
Seseorang yang sangat bersimpati dengan kondisi Gaza saat ini telah menghibahkan hasil pendapatan atas penjualan tembang lagu yang diciptakan dan diproduksinya sendiri dalam tempo singkat, khusus untuk palestina. Dialah Michael Heart, yang membolehkan karyanya tersebut didownload dengan bebas dengan syarat anda harus memberikan sumbangan ke Palestina.

Michael Heart
Play
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
Atau download disini.
WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009
A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
—
KAMI TIDAK AKAN MENYERAH (Nyanyian untuk Gaza)
Sebuah cahaya putih terang menyilaukan
Menerangi langit Gaza malam ini
Orang berlarian untuk menyelamatkan diri
Tidak tahu apakah mereka sudah mati atau masih hidup
Mereka datang dengan tank dan pesawat
Menghancurkan dengan kobaran api
Dan tidak ada yang tersisa
Hanya suara bising didalam kabut tebal
Kami tidak akan menyerah
Pada malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar mesjid-mesjid kami dan rumah-rumah kami dan sekolah-sekolah kami
Tetapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini
Wanita dan anak-anak sama saja
Dibunuh dan dibantai malam demi malam
Sementara pemimpin-pemimpin negara lain
Memperdebatkan tentang siapa yang salah atau benar
Tetapi pernyataan mereka hanya sia-sia
Dan bom-bom terus berjatuhan seperti hujan asam
Tetapi menyisakan darah dan air mata dan penderitaan
Anda masih bisa mendengarkan rintihan didalam kabut tebal
Kami tidak akan menyerah
Pada malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar mesjid-mesjid kami dan rumah-rumah kami dan sekolah-sekolah kami
Tetapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini
Menurut anda berapa kira-kira jumlah anak-anak yang menangis seperti ini (melepas ibunya sakaratul maut dengan kondisi tragis) di Iraq, Afganistan, Libanon dan Palestina (khususnya di Gaza)?
Apakah anda bisa merasakan apa yang berkecamuk dihati anak ini?
Menurut anda siapakah pelakunya?
Apakah anda pernah membantunya secara materi ataupun non materi (do’a)?
Berdo’alah agar anak-anak tidak berdosa ini dilindungi dan diberikan kekuatan serta kemudahan oleh Allah SWT. Dan berdo’alah agar orang-orang berhati busuk yang merasa kebenaran itu hanya ada ditangan mereka, segera dihapuskan dari muka bumi ini.
Anda sudah merasa cukup dengan berdo’a? Infaqkanlah sebagian dari harta anda untuk mereka. Sesungguhnya jihad dengan harta adalah jihad yang sangat mulia. Dan Allah berjanji akan mengganti 700 kali lipat setiap harta yang anda keluarkan di jalan Allah dengan ikhlas.
Infaq atau zakat anda bisa disalurkan lewat rekening berikut untuk mereka, jangan tunda lagi, tiket jihad anda sudah didepan mata.
PKPU
REKENING DUNIA ISLAM
Bank Syariah Mandiri
No. Rek. 0030115010
A.n. Pos Keadilan Peduli Ummat
atau
BSMI
REKENING PEDULI PALESTINE
Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Jatinegara
No. Rek. 0010102555
A.n. Bulan Sabit Merah Indonesia
atau
MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE (MER-C)
REKENING BANTUAN UNTUK RAKYAT PALESTINA
BCA Cabang Kwitang
No. Rek. 686.0153678
BSM Cabang Kramat
No. Rek. 009.0121.773
A.n. MER-C
atau via SMS
Ketik MERC PEDULI kirim ke 7505
Pulsa anda akan terpotong Rp.5.000,-/sms dan langsung masuk ke rekening MER-C. Mulai 29 Desember 2008, semua donasi lewat SMS ini akan diamanahkan untuk Palestina.
Shoutul HAROKAH | RePackage ALBUM
Bangkitlah Negeriku
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
Tatap tegaklah masa depan
Tersenyumlah tuk kehidupan
Dengan cinta dan sejuta asa
Bersama membangun Indonesia
Pegang teguhlah kebenaran
Buang jauh nafsu angkara
Berkorban dengan jiwa dan raga
Untuk tegaknya keadilan
Bangkitlah negeriku harapan itu masih ada
Berjuanglah bangsaku jalan itu masih terbentang
Bangkitlah negeriku harapan itu masih ada
Berjuanglah bangsaku jalan itu masih terbentang
Selama matahari bersinar
Selama kita terus berjuang
Selama kita satu berpadu
Jayalah negeriku jayalah!
—
Merah Saga
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
Saat langit berwarna merah saga
Dan kerikil perkasa berlarian
Meluncur laksana puluhan peluru
Terbang bersama teriakan takbir
Saat langit berwarna merah saga
Dan kerikil perkasa berlarian
Meluncur laksana puluhan peluru
Terbang bersama teriakan takbir
Semua menjadi saksi
Atas langkah keberanianmu
Kita juga menjadi saksi
Atas keteguhanmu
Ketika yahudi-yahudi membantaimu
Merah berkesimbah ditanah airmu
Mewangi harum genangan darahmu
Membebaskan bumi jihad palestina
Perjuangan telah kau bayar dengan jiwa
Syahid dalam cinta-NYA
—
Mars KORSAD PKS
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
Menapaki langkah-langkah berduri
Menyusuri rawa lembah dan hutan
Berjalan di antara tebing curam
Semua dilalui demi perjuangan
Letih tubuh di dalam perjalanan
Saat hujan dan badai merasuki badan
Namun jiwa harus terus bertahan
Karena perjalanan masih panjang
Kami adalah tentara Allah
Siap melangkah menuju ke medan juang
Walau tertatih kaki ini berjalan
Jiwa perindu syahid tak akan tergoyahkan
Wahai tentara Allah bertahanlah
Jangan menangis walau jasadmu terluka
Sebelum engkau bergelar SYUHADA
Tetaplah bertahan dan bersiap siagalah
—
Kumpulan Nasyid-nasyid Pilihan 2008
Cara mengaktifkan NSP Telkomsel: ketik Ring On KodeLagu kirim ke 1212
Contoh NSP Bangkitlah Negeriku: ketik Ring On 4860013 kirim ke 1212
Dan dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Seorang laki-laki buta datang kepada Nabi dan berkata: “Wahai Rasulullah, aku tidak mempunyai penuntun yang akan menuntunku ke Masjid. ” Maka dia minta keringanan untuk shalat dirumah, maka diberi keringanan. Lalu ia pergi, Beliau memanggilnya seraya berkata: “Apakah kamu mendengar adzan? Ya, jawabnya. Nabi berkata:”Kalau begitu penuhilah (hadirilah)!” (HR. Muslim)
Didalam hadits ini Rasululloh shallallahu ‘alaihi wassallam tidak memberikan keringanan kepada Abdullah bin Ummi Maktum radhiyallahu ‘anhu untuk shalat dirumahnya (tidak berjamaah) kendati ada alasan, diantaranya:
Keadaan beliau buta.
Tidak adanya penuntun ke Masjid.
Jauh rumahnya dari Masjid.
Adanya pohon-pohon kurma dan lain-lain yang ada diantara rumah beliau dan Masjid.
Adanya binatang buas di Madinah.
Tua umurnya dan telah lemah tulang-tulang-nya.
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam telah bersabda, yang artinya: “Aku berniat memerintahkan kaum muslimin untuk mendirikan shalat. Maka aku perintahkan seorang untuk menjadi imam dan shalat bersama. Kemudian aku berangkat dengan kaum muslimin yang membawa seikat kayu bakar menuju orang-orang yang tidak mau ikut shalat berjamaah, dan aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Bukhari & Muslim)
Dikutip dari: pernikmuslim.com
Komentar Terbaru